1.1 Sejarah Public Relation Online
Sejak
tahun 1990-an, media online muncul menjadi media baru yang sangat kuat di
dunia. Internet telah hampir menjadi sinonim dari sebuah konsep media baru saat
ini. Perusahaan-perusahaan berlomba-lomba memajang produk dan jasanya di situs
internet. Ribuan perusahaan pemula menempatkan diri mereka di Banner Ads,
sebuah iklan kecil di halaman situs. Mereka memajang produk dan jasa mereka,
dari mulai industri besar hingga industri rumah tangga, dari produk teknologi
komputer Hewlett-Packard hingga Bika Ambon Medan. Stasiun-stasiun penyiaran
menampilkan berita dan feature-nya dalam berbagai format video di situs
internet. Hampir semua surat kabar, majalah dan jurnal-jurnal telah merangkul
media online dalam menarik perhatian dunia untuk melirik dan bergantung kepada
sajian informasi yang mereka letakkan di situs sebagaimana berita-berita
cetakan terkini dimuat.
1.2 Tujuan
dan Fokus E-PR
a.
Tujuan
·
Untuk mempercepat penyampaian informasi
·
Untuk memberikan respon yang cepat terhadap
permasalahan yang muncul
·
Untuk memperluas publik.
b.
Fokus
·
Membidik media online dan mengadakan kerjasama
dengan mereka untuk menyampaikan
pesan-pesan PR
·
Media online yang sifatnya lokal, regional
maupun internasional
1.3
Perbedaan Antara Public Relation Online dan Public
Relation Offline
Esensi dari Public Relations adalah
menyampaikan informasi dan esensi dari Online Public Relations adalah
percepatan informasi. Beberapa hasil riset menunjukkan beberapa hal yang
terjadi di perusahaan berkaitan dengan adanya penggunaan media online/internet
di operasional perusahaan. Hasil riset MCI Communication Corporation yang
dipimpin oleh The Institute for Public Relations, menyebutkan antara lain:
1.
Ada banyak pemanfaatan internet
yang benar di dalam perusahaan antara lain untuk kepentingan marketing, perekrutan
pegawai, hubungan finansial, dan riset Internet, termasuk intranet dan
eksternet, mampu mengubah bagaimana sumber-sumber komunikasi/PR menyebar di perusahaan
2.
Internet telah mengubah cara
banyak perusahaan dalam menangani kontak pers dan kegiatan yang berhubungan dengan media relatios
Public relation online adalah kegiatan PR
yang berhubungan dengan media, komunitas dan public yang ada dalam
channel-channel internet. Hal ini termasuk search engines, blogs, news
search, forums, discussion threads, social networks dan alat komunikasi
online lainnya. Reputasi dan manajemen merupakan fokus utama dalam PR online.
Sedangkan public relation offline memiliki konsep yang sama dengan PR online
hanya saja medianya menggunakan media cetak, radio, atau televisi, meskipun ada
beberapa dari media internet yang termasuk dalam public relation ‘online’ yang
‘offline’.
Perkembangan
PR baik sebagai ilmu maupun profesi sangatlah berkaitan dengan perkembangan
teknologi komunikasi. Pengaruh teknologi komunikasi terhadap PR dapat berbentuk
sebagai alat/media PR ataupun bentuk baru dari kegiatan PR, yang memunculkan
istilah Net PR, PR online, dan nama lain bentuk kegiatan atau bidang kajian PR
dalam dunia maya. PR sebagai ilmu ataupun sebai profesi menjadi sesuatu yang tidak
bisa dipisahkan dengan tekhnologi komunikasi baru yang bernama internet.
1.4
Kelebihan dan
Kelemahan PR Online
Internet, sebagaimana media lainnya,
memiliki potensi keuntungan dan kelemahan dalam penggunaannya. Keuntungan dan
kelemahan internet antara lain ditunjukkan dalam table. Berikut Potensi Keuntungan
Penggunaan Internet
|
Keuntungan
|
Kelemahan
|
|
·
Jangkauan secara global/dunia
·
Mempertinggi kekuatan Public Relations
·
Banyaknya informasi yang
tersedia
·
Mengembangkan investor
relations
·
Mempertinggi kontak dengan
media
Mempertinggi pengaruh manajemen
·
Riset lebih murah
·
Biaya rendah dengan adanya
email
·
Akses yang mudah
·
Biaya efisien, menghemat
secara finansial
·
Informasi ter-update dan
actual
·
Keuntungan yang kompetiitf
·
Menghemat kertas
· Kontak dengan media lebih mudah dilakukan
|
·
Terlalu banyak hype
·
Isi yang tidak dapat
dikontrol
·
Tidak beraturan
·
Perlu biaya untuk maintenance
·
Lamban untuk online
·
Terlalu banyak email
·
Membuang waktu
·
Terlalu kacau
·
Terlalu terbuka/open
·
Terlalu dikendalikan pasar
|
1.5
Beberapa cara bagaimana
perusahaan atau organisasi dapat merangkul internet sebagai sebuah alat
komunikasi dan memasukkannya ke dalam strategi Marketing dan Public Relations
perusahaan:
1.
Mengenali internet sebagai sebuah “high-speed
media outlet”.
Selama
bertahun-tahun, Public Relations hanya mengandalkan 2 media yaitu
printing/cetak dan broadcasting/penyiaran. Namun sejak tahun 1990-an, internet
menjadi media ketiga, dan kini mencakup hampir melampaui kedua media
sebelumnya. Bisa dikatakan semua surat kabar, majalah dan jurnal-jurnal
memiliki situs dimana mereka meletakkan edisi cetakan mereka sebagaimana
pemuatan berita-berita terkini. Bahkan stasiun-stasiun penyiaran menempatkan
berita dan feature-nya secara segmentif dalam berbagai format video.
Sebagai
tambahan, layanan jaringan internet menawarkan berita-berita secara cepat,
membuat internet sebagai sumber paling update (terkini) dunia, nasional,
bisnis, finansial dan lain-lain. Dengan cakupan internet sebagai media Public
Relations ketiga, seorang Public Relations Officer dapat meningkatkan jangkauan
medianya dan menciptakan profile yang lebih tinggi kepada perusahaannya.
2.
Menggunakan layanan jaringan internet untuk
mendapatkan pemberitaan press
release yang lebih luas
Melalui
sebuah layanan jaringan internet seperti BusinessWire, Internet Wire, PR
Newswire dan lain-lain, informasi dari perusahaan dapat diakses oleh jutaan
orang di seluruh dunia yang melakukan surfing internet. Tidak peduli bagaimana
seberapa hati-hati Public Relations Officer memasang releasenya, penggunaan
internet perlu dipertimbangkan demi keuntungan perusahaan. Ketika memasang
sebuah release di layanan jaringan internet, putuskan kemana ia akan dipasang.
Layanan ini dapat mendekatkan distribusi release perusahaan dan memastikan
bahwa informasi yang dikirim sampai kepada target publik.
Tambahan
lagi, layanan-layanan ini memiliki kontak dengan situs-situs besar seperti AOL,
Yahoo, dan MSN. Ini menjamin pemasangan release berada pada tempat yang
istimewa. Meskipun ini berarti menciptakan jangkauan perusahaan yang lebih
luas, namun itu juga berarti bahwa seorang Public Relations Officer harus
melihat dengan hati-hati pada apa yang dikatakan di dalam release tersebut.
3.
Menggunakan
layanan yang menyediakan kerahasiaan jangkauan perusahaan sebaik jangkauan yang
diterima kompetitor di internet.
Menemukan situs yang meliput
press release perusahaan Anda terkadang menyulitkan Anda, baik yang telah
didistribusikan melalui sebuah layanan jaringan internet atau secara in-house.
Anda bisa saja mencarinya sendiri, tapi bisa makanwaktu berjam-jam. Atau Anda
bisa meminta orang lain melakukannya untuk Anda.
Kebanyakan layanan jaringan
internet menyediakan daftar pilihan situs untuk memasang release yang khusus.
Pilihan lain adalah layanan monitor internet seperti eWatch™ yang bukan hanya
memberitahukan situs mana yang memasang release Anda, namun juga semua jenis
peliputan berkenaan dengan perusahaan Anda di seluruh jaringan internet dunia.
Misalnya, eWatch™ memberitahu Anda situs-situs berita yang menulis tentang
perusahaan Anda, penulis mana yang meliput industri Anda, konsumen mana dan
komunitas investor mana yang berbicara tentang perusahaan Anda, dan apa yang
dikatakan kompetitor tentang perusahaan Anda.
4.
Menggunakan
situs sebagai alat komunikasi informasi
Situs perusahaan adalah sebuah
portal dunia bagi perusahaan tersebut, dan karena itu harus didesain dengan
semestinya. Situs perusahaan mungkin merupakan alat marketing dan public
relations terbaik yang ada saat ini. Kebanyakan reporter akan menanyakan apakah
perusahaan memiliki sebuah situs dimana mereka dapat melihat berita-berita atau
informasi secara cepat, berbeda dengan release yang disediakan dalam lembaran
kertas yang dikirim melalui surat.
Hal yang sama berlaku juga bagi
setiap orang, termasuk dari investor kepada prospek klien yang tertarik untuk
mencari tahu tentang perusahaan Anda. Karenanya situs perusahaan harus
menyampaikan pesan dan citra organisasi yang mempresentasikan perusahaan dengan
tepat kepada dunia. Pesan dan citra perusahaan harus didesain dengan daya akses
informasi yang mudah, khususnya bagi pemakai internet pemula. Situs harus
berisi press kit dan press release yang baik selayaknya sebuah berita mempublikasikan
perusahaan. Jangan lupa pula pentingnya informasi kontak yang dapat dihubungi.
Ini penting untuk mereka yang ingin lebih mengenal atau memiliki pertanyaan
sesuai dengan sistem, produk atau jasa yang disediakan perusahaan.
5.
Menggunakan
e-newsletters sebagai alat marketing
Cara terbaru untuk menembus
e-waves adalah e-newsletter. Banyak publikasi dagang, surat kabar, dan
situs-situs berita menciptakan e-newsletters yang menyuplai anggotanya dengan
berbagai berita terkini untuk sebuah industri yang khusus secara harian atau
mingguan. Pertimbangkan bagaimana Public Relations Officer dapat menggunakan
sebuah e-newsletter sebagai sebuah alat komunikasi langsung kepada target
publik perusahaan. Dalam hal ini, Public Relations Officer dapat menggunakan e-newsletter
untuk menginformasikan kepada konsumen perusahaan yang sudah ada, atau sebagai
sebuah prospek baru tentang perkembangan perusahaan. Buatlah dalam tampilan
yang menarik dan mudah bagi penerimanya untuk berkomunikasi dengan perusahaan.
1.6
Public Relation Online dan Promosi
Dalam
strategi marketing, perusahaan harus memiliki strategi secara keseluruhan dan
memilih dengan tepat apa saja yang dapat digunakan untuk mendukung tujuan
bisnis. Meskipun dengan penggunaan internet yang dapat memberikan banyak
keuntungan, tidak berarti para praktisi PR lantas menyepelekan media lainnya.
Media selain internet tetap menjadi bagian terpenting dalam melakukan
penyebaran berita atau informasi PR. Oleh sebab itu, banyak perusahaan yang
memilih untuk menggunakan PR online dan offline demi tercapainya target. Jika
suatu perusahaan memiliki berita yang ingin dibagi dengan public, terkait
hubungannya dengan reputasi perusahaan, maka penggunaan PR online akan sangat
membantu untuk mempercepat penyampaian kepada public. Dengan menggunakan blog
perusahaan misalnya, atau dengan menulis pada social network perusahaan, maka
penyampaian berita itu akan sangat cepat menyebar. Namun tidak menutup
kemungkinan dengan menggunakan PR offline penyampaian berita itu akan menjadi
lebih lama tersebar dikarenakan PR offline tidak cepat berubah.
Segala
kemudahan yang ditawarkan PR online tidak lantas lepas dari masalah. Beberapa
masalah muncul karena adanya perubahan drastis antara PR ‘lama’ dengan PR
online. Penyesuaian PR online memaksa untuk merubah PR lama menjadi lebih
modern dengan PR online akibat banyaknya penggunaan PR online pada zaman
sekarang. Untuk itu perlulah dipelajari bagaimana memformat ulang PR ‘lama’.
Bagaimana merubah PR yang dahulunya hanya merupakan komunikasi satu arah
menjadi komunikasi dua arah, dan yang dapat melakukan kampanye interaktif. Cara
untuk beradaptasi dari perubahan PR ‘lama’ menjadi PR baru adalah sebagai
berikut :
·
Menyadari kebutuhan konsumen untuk berkomunikasi dengan anda. Dengan tersedianya media
untuk berkomunikasi dan berhubungan, para konsumen pastilah mengharapkan anda
untuk online dan berinteraksi dengan mereka. Dengan media yang sudah banyak
tersedia, hal ini akan menjadi lebih mudah untuk dipraktekkan. Adanya twitter,
Facebook, LinkedIn, Google Buzz, foursquare, dan laian-lain dapat mempermudah
anda untuk berkomunikasi dan berinterkasi secara langsung. Situs-situs di
jaringan internet pada masa sekarang ini secara berkala mem pop-up setiap
minggu dengan harapan akan bisa menjadi seperti twitter sehingga dapat
mengevaluasi satu per satu para relasi perusahaan. Sehungga dengan
memperhatikan dan dapat menerapkan kritikan, saran, dan memperbaiki
masalah-masalah yang disampaikan konsumen,akan membuat konsumen nyaman untuk
berkomunikasi secara langsung.
·
Berkomunikasi secara berkala dengan konsumen. Tidak cukup dengan hanya
mengajak berinteraksi atau berkomunikasi dengan para konsumen ataupun relasi
perusahaan sekali dua kali, namun harus dilakukan secara berkala. Jagalah
mereka agar tetap berkomunikasi sehingga dapat menyampaikan saran ataupun
masalah secara langsung, sehingga mereka tidak akan bercerita akan kendala yang
mereka hadapi kepada orang lain.
·
Lihat dan waspada dengan apa yang telah dilakukan oleh
pesaing bisnis. Hal ini akan dapat membantu untuk menetapkan standard akan
apa yang akan kita lakukan untuk dapat menjadi lebih baik daripada pesaing
bisnis. Jangan sampai pesaing bisnis melakukan langkah yang lebih maju. Jika
bisa, pelajari apa langkah-langkah yang telah dilakukan oleh para pesaing
bisnis. Melalui penelitian dan evaluasi melalui kampanye para PR dalam
mempromosikan produk, ataupun dari website dan blog mereka maka kekurangan yang
ada pada pesaing bisnis dapat telihat. Sehingga kekurangan atau kesalahan pada
pesaing bisnis akan dapat menjadi kelebihan dan nilai lebih pada perusahaan.
·
Melakukan penelitian. Hal ini adalah aspek yang harus
dilakukan dalam tiap bisnis atau perusahaan. Dengan melakukan penelitian maka
akan didapatkan pendekatan secara ilmu pengetahuan sehingga dapat meningkatkan
kesempatan bisnis. Salah satu cara melakukan penelitian demi meningkatkan
kualitas adalah dengan selalu aktif dalam melakukan komunikasi dengan konsumen
yang salah satu caranya adalah dengan Public Relation online.
·
Lihat dan pelajari apa alat atau media yang digunakan oleh
para pelaku industri yang berkecimpung pada bidang yang sama. Meskipun tidak diperlukan
untuk menggunakan alat yang sama, namun dengan mengetahuui apa yang digunakan
oleh mereka, maka akan dapat membantu untuk melakukan evaluasi secara internal.
Cara mengevaluasi adalah dengan mencoba melakukan inovasi (setelah melakukan
penelitian akan alat apa yang digunakan). Cobalah melakukan eksperimen dengan
mempublikasikan dalam media internet. Para konsumen setia yang telah merasa
‘dekat’ dengan perusahaan dan produk anda akan memberikan evaluasi dengan
memberikan penilaian, kritikan dan saran. Setelah anda mempelajari
komentar-komentar para konsumen, dan memperbaiki kekurangannya barulah anda
mempublikasikan melalui media yang lebih langsung seperti twitter ataupun
facebook yang akan dilihat oleh lebih banyak konsumen.
Ada beberapa cara yang dapat
dilakukan PR dalam rangka membangun relasi dengan khalayak dengan menggunakan
media internet, yaitu :
1. One-to-one
communication
Merupakan komunikasi antara satu individu
dengan individu yang lain dengan cara face to face.
A. E-mail
E-mail
merupakan salah satu aplikasi yang banyak digunakan PR di internet.
E-mail merupakan media
penyampaian pesan yang sangat efektif dan efisien karena dengan biaya yang
sangat murah dan d apat menjangkau
khalayak pada level internasional.
Prinsip kerja e-mail
persis dengan prinsip kerja surat yang dikirimkan melalui pos.
B. Chat
Merupakan layanan
percakapan online yang biasa digunakan oleh pengguna internet dengan
internet lainnya melalui situs tertentu.
2. One-to many
communication
Merupakan komunikasi antara seorang
komunikator dengan komunikan yang jumlahnya lebih dari satu atau yang sering
disebut dengan kelompok.
A. Mailing list
Mailing
list merupakan sebuah forum diskusi di internet dengan menggunakan
e-mail.
Satu pesan yang dikirim
oleh seseorang anggota akan diterima oleh semua anggota.
B. Newsgroup
Newsgroup merupakan komunitas di
dunia maya yang bersifat hirarki dan diusun berdasarkan kategori.
Biasanya katagori ini
ditentukan oleh topik-topik yang dibahas dalam komunitas maya sepertu : sains,
kesehatan, bisnis, olahraga, musik dan lain sebagainya.
Setiap pengunjung newsgroup
dapat menjadi anggota dari newsgroup
tersebut apabila mereka sudah bergabung (subsribe) dengan newsgroup tersebut.
tersebut apabila mereka sudah bergabung (subsribe) dengan newsgroup tersebut.
3. Mass
communication
merupakan kegiatan
komunikasi yang dapat dilakukan oleh PR dengan menggunakan fasilitas yang
disediakan oleh internet untuk menjangkau khalayak yang lebih besar (massa).
A. WWW (World Wide Web)
WWW
(World Wide Web) merupakan aplikasi yang paling menarik di internet. Informasi
yang diletakan di WWW disebut homepage.
Setiap homepage mempunyai
alamatnya sendiri. Informasi yang disajikan WWW bukan hanya berupa teks, tetapi
juga berupa gam bar (image) bahkan multimedia.
B. E-Newsletters
E-Newsletters sering disebut dengan e-Newsletters electronic
(Ezine), yaitu majalah elektronik.
E-Newsletters merupakan media yang
paling baru yang dapat digunakan oleh PR untuk membangun hubungan dengan
khalayak, serta dapat digunakan untuk menginformasikan produk-produk baru yang dihasilkan
oleh perusahaan atau institusi tempat PR bekerja.
Selain itu, informasi
tentang perkembangan perusahaan dan informasi terbaru yang berhubungan dengan
perusahaan dapat disampaikan melalui e-Newsletters
MENGUKUR EFEKTIVITAS
KEGIATAN PUBLIC RELATION ONLINE
Cara yang tepat untuk
mengetahui efektivitas program PR online adalah,
•
pertama, menghitung jumlah orang
yang mengunjungi dan memberikan informasi rinci mengenai dirinya pada website
tersebut. Dalam suatu promosi, PR officer harus mengintegrasikan
berbagai media sebagai publisitas, misalnya untuk peluncuran website baru,
dibuat iklan secara serial mulai beberapa hari sebelum peluncuran sampai pada
hari peluncuran baik di media cetak maupun elektronik. Iklan ini dimaksudkan
untuk menimbulkan rasa penasaran khayalak, sehingga pada hari peluncuran banyak
sekali orang yang mengunjungi website tersebut. Website dibuat semenarik
mungkin, sehingga orang merasa senang dan kagum dan mau memberikan informasi
rinci mengenai dirinya pada website tersebut.
•
Kedua, laporan penjualan bulanan
dari pengecer resmi. Kampanye PR yang diadakan sehubungan dengan kehadiran
kegiatan PR online dapat mendatangkan para pelanggan baru walaupun situs tidak
melakukan transaksi jual beli. Dalam situs, mereka dapat mengetahui semua yang
mereka ketahui mengenai perusahaan tersebut dan produk yang dihasilkan. Dari
situ pula mereka dapat menentukan apa yang ingin mereka beli. Walaupun
perusahaan tidak menjual secara langsung, namun dari data yang mereka berikan,
anda dapat memberikan informasi/ laporan dari para pengecer mengenai dimana
pembeli mengetahui pengecer tersebut, dan berapa jumlah pasar yang pasti.
•
Ketiga, mengukur tingkah laku
khayalak. Mengukur dampak dari kegiatan internet dapat dilihat dari perilaku
khayalak. Perusahaan harus memfasilitasi situs mereka dengan segala informasi
yang perlu diketahui oleh masyarakat. Dalam situs tersebut juga perlu diketahui
oleh masyarakat. Dalam situs tersebut juga harus dilengkapi dengan informasi
bagaimana dan saluran apa yang dapat dipakai pengunjung untuk menyampaikan
umpan baliknya kepada perusahaan. Pengukuran dapat dilihat pada berapa banyak
orang yang memberikan umpan balik melalui saluran-saluran yang disediakan.
•
Keempat, memantau liputan media.
Beberapa studi kasus membuktikan bahwa penggunaan website untuk media relations
dapat meningkatkan tingkatan liputan di media massa. Dengan membuka website
dari perusahaan, wartawan bisa mendapatkan berita hanya dengan meng-copy dan
mem-paste informasi yang ada di website atau dengan menggunakan software yang
dapat men-download semua halaman website beserta link-nya untuk
kemudian dijadikan berita. Jadi, salah satu cara yang dapat digunakan untuk
mengukur berapa efektivitas kegiatan PR online adalah dengan memantau berapa
banyak informasi dari website yang dijadikan berita di media massa.
•
Kelima, mamantau penambahan database.
Sifat internet yang ‘one to one’ memungkinkan PR officer untuk
mendapatkan informasi rinci tentang khayalak sasaran, yang tidak dapat
diperoleh dari tatanan komunikasi lain yang konvensional
Tidak ada komentar:
Posting Komentar